Pages

Senin, 15 April 2013

Cyberpreneurship


Nama : Ahmad Baihaqi
NIM    : 1112503964
Kelompok : AD

1.    apakah yang dimaksud dengan SEO?
·         SEO (Search Engine Optimization)  adalah  serangkaian proses untuk meningkatkan halaman web sehingga mempunyai peringkat tinggi dalam search engine untuk keyword tertentu.
·         Atau merupakan sebuah metode / cara agar Search Engine selalu mengindex website kita di internet agar setiap proses pencarian dengan keyword melalui search engine dapat ditampilkan pada halaman utama.

2.    apakah yang dimaksud dengan on page dan off page pada qtehnik SEO?
·         On-page optimization merujuk kepada setiap metode yang Anda gunakan mengubah kode halaman .  Search Engine secara teratur meningkatkan algoritma mereka sehingga dapat memberikan hasil yang lebih relevan. Website yang relevan adalah yang menyajikan content yang berkualitas untuk pembacanya. Jadi setelah Anda menentukan kata kunci untuk website Anda, isinya harus sekitar kata kunci itu.
·         On-page SEO berarti harus mengoptimisasi kode juga. Ada beberapa yang harus diperhatikan off-page optimization adalah popularitas link website Anda.  Link popularity adalah jumlah link relevan dan berkualitas dari website lain menuju website Anda. Beberapa search engine menggunakan link popularity sebagai bagian algoritma yang membantu menentukan relevansi website anda.

3. apakah yang dimaksud dengan blackhat SEO?
·         Suatu teknik yang dipergunakan oleh seorang webmaster untuk mengoptimasi web atau blog mereka dengan cara ilegal yang melanggar peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh search engine (Mesin pencari) seperti  Google.

4. sebutkan beberapa tehnik SEO yang termasuk ke dalam kategori blackhat SEO!
Contoh Teknik Black Hat SEO :
a)      Spamdexing
b)      Keyword Stuffing
c)      Doorway Page
d)     Link Farming
e)      Pengulangan judul
f)       Menyembunyikan kata kunci

5. apa yang dimaksud dengan google pagerank & alexa rank!
A.   Pagerank adalah rangking atau nilai sebuah blog ataupun website dimata google. Rangking di pagerank didasarkan pada skala angka 1-10, semakin besar nilainya maka semakin bagus nilai blog itu. Penilaiannya ialah berdasarkan banyaknya backlink yang masuk dan keluar dari dan ke situs tersebut serta nilai SEO sebuah blog, (misalnya artikel tertentu masuk di halaman pertama google search). Penghitungannya sendiri didasarkan pada metode atau teknik algoritma google sendiri.  

B.   Alexa Rank adalah sebuah Peringkat website yang dibuat oleh situs Alexa.com. Alexa Rank menampilkan peringkat website berdasarkan trafik pengguna internet yang memasang Toolbar Alexa pada browser mereka. Alexa Rank ini merupakan kebalikan dari Pagerank, karena jika nilai digit angkanya semakil kecil, maka akan semakin bagus.



6. apa yang dimaksud dengan article directory, blog directory & social bookmark!

A.    Article Directory adalah website yang mengijinkan kita men-submit/mem-posting artikel di laman mereka. Manfaatnya jelas sangat besar sebagai sarana promosi blog kita. Selain direct traffict,backlink yang didapat dari Article Directory termasuk kategori backlink berkualitas.
B.    Blog directory adalah situs yang berisi ratusan link halaman website. Blog / situs ini berfungsi untuk menampung dan membantu mempublikasikan blog yang terdaftar sebagai submitter, Selain itu blog directory juga memberikan backlink gratis dan traffic ke blog yang terdaftar, Sehingga mendaftarkan blog ke blog directory merupakan langkah penting untuk meningkatkan traffic dan backlink.
C.    social bookmark adalah suatu situs dimana kita dapat menyimpan, mengelola dan berbagi alamat situs yang dianggap favorite. Pemilik situs social bookmark tidak perlu menulis artikel melainkan bloger yang yang men-submit atau memasukan artikel pada situsnya untuk dilihat dan dibaca pengunjung.




Nama : Ahmad Baihaqi
NIM    : 1112503964
Kelompok : AD

Partai FPI (Front Pembela Islam)

Pro & Kontra Partai FPI

Wacana tentang rekomendasi PENGKAJIAN pendirian Partai Islam dibawah KONTROL FPI yang muncul dari hasil MUNAS II Front Pembela Islam (FPI) di Bogor tanggal 9 - 11 Desember 2008, rupanya telah menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai media. 

    Untuk mendudukkan wacana ini secara proporsional, Ketua Umum terpilih, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, menegaskan dalam tulisannya yang dikirim ke website ini, antara lain : "…. Mereka (masyarakat muslim yang awam, red) kecewa (terhadap partai Islam yang ada, red) karena merasa dikhianati, lalu mereka tumpahkan "uneg-uneg" mereka dalam Munas II FPI, akhirnya lahirlah Rekomendasi tentang Kajian Pendirian Partai Islam sendiri sebagai wadah aspirasi bagi segenap Aktivis FPI dan keluarganya, termasuk untuk simpatisan FPI di seluruh pelosok Indonesia. Partai yang mereka harapkan adalah Partai Islam yang memiliki ruh Revolusi Islam, yang hanya melaksanakan Politik Syariat bukan Politik Kepentingan, yang tujuannya hanya ridho Allah SWT semata, sehingga urusan "dipilih tidak dipilih" dan "menang kalah" bukan agenda penting lagi. . . Karena krisis multi dimensi yang melanda negeri sudah kompleks dan kronis, tidak bisa lagi diobati dengan Pil Reformasi, tapi harus diberi Suntikan Revolusi. Dan bukan sembarang Revolusi, tapi Revolusi Islam yang berdiri atas dasar Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. . . . Jadi kesimpulannya, bukan FPI jadi Partai sebagaimana diberitakan sejumlah media, melainkan FPI berencana membentuk Partai."

   Berikut ini sebagian dari Pro-Kontra yang berhasil dikumpulkan Reporter www.fpi.or.id dari beberapa portal berita online maupun bersumber dari hasil wawancara langsung. Kebanyakan komentar yang terjadi tidak didasari pemahaman latarbelakang yang baik terhadap apa dan mengapa hingga timbul wacana 'partai FPI' ini. Namun insya Allah masukan ini bisa menjadi masukan para anggota FPI maupun para pengamat untuk memahami berbagai perbedaan pendapat yang terjadi. 


Anas Purbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Otonomi Daerah, 12 Desember 2008 :

Itu langkah yang baik karena energi, potensi dan kekuatan FPI bisa disalurkan lewat jalan demokrasi melalui partai politik". Jika FPI berhasil membuat partai politik, imbuhnya, FPI bisa mentransformasikan diri dari gerakan jalanan menjadi gerakan institusional. "Ini akan menjadi peluang bagi FPI untuk memperbaiki citra yang selama ini terkesan cenderung bersahabat dengan kekerasan," pungkasnya

(sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2008/12/12/267/173109/anas-langkah-yang-baik-fpi-jadi-parpol)


Akbar Tanjung, mantan Ketua DPR/mantan Ketua Umum Partai Golkar, 15 Desember 2008 :

Menurut Akbar Tanjung, masyarakat tidak suka dengan gerakan-gerakan yang keras. Akibatnya peluang partai FPI nantinya tidak akan terlalu besar. "Tentu saja ada yang akan memilih partai FPI itu. Tapi saya tidak melihat akan menjadi partai yang besar. Dilihat dari tokoh yang ada di sana, sangat susah mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat," kata mantan Ketua DPR Akbar Tandjung.

(sumber : http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68976/akbar-partai-fpi-susah-dapat-simpati/)


Arbi Sanit, Pengamat Politik, 14 Desember 2008 :

"Bebas saja, kalau memang mau membuat partai, yang penting mengikuti undang-undangnya saja. Setidaknya kalau dibentuk partai akan lebih terkontrol". Dengan munculnya partai yang dibentuk FPI, ujar Arbi, setidaknya dapat mendorong partai-partai Islam untuk lebih keras lagi dalam mempertahankan pendukungnya. Namun, Arbi tidak dapat menjamin partai yang dibentuk FPI ini akan menarik simpati masyarakat. "Sekarang saja sudah kelihatan orang-orang yang masuk di dalamnya hanya orang-orang yang fanatik saja," pungkasnya.

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/12/14/68712/fpi-bikin-partai-anarkisme-stop/


Ray Rangkuti, Pengamat Politik, 14 Desember 2008


"Spiritnya tidak salah, boleh saja dirikan parpol sesuai Undang-undang parpol. Namun secara teoretis sulit memahami apa yang menjadi landasan mereka. Paham yang seperti apa yang mereka inginkan, sementara publik selama ini melihat KDRT mereka". Menurutnya, perlu adanya penjelasan dari FPI sebelum mereka mendirikan parpol apakah mereka pro-demokrasi atau tidak. Sebab, menurut Ray, tidak adanya kekerasan dalam demokrasi, sama seperti dalam Syariat Islam. "Mereka hanya merasa besar karena diperbincangkan publik terhadap kasus yang mereka buat. Itu yang mereka pikir sebagai peluang untuk dirikan parpol," ujarnya.

(sumber : http://inilah.com/berita/politik/2008/12/14/68713/parpol-fpi-cuma-modal-nekat/)


Khamami Zada, Pengamat Gerakan Islam Radikal di Indonesia/ staf pengajar Fakultas dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 14 Desember 2008 :

Menurut Khamami, perubahan FPI menjadi partai politik tidak terlepas dari peran dan campur tangan kalangan militer. "Pasti ada yang memainkan. Bisa militer aktif atau kalangan militer purnawirawan," cetus Khamami yang juga tersebut. Perubahan FPI dari gerakan jalanan menjadi partai politik juga bakal diikuti dengan gerakan pro dan kontra di kalangan internal. Bisa saja, pasca wacana pembentukan partai politik di FPI memunculkan ormas sempalan sebagaimana yang berlaku di ormas Islam lainnya. 

(http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68795/fpi-dari-jalanan-ke-senayan/)


T. Taufiqulhadi, Wasekjen DPP PPP, 14 Desember 2008 :

Menurut Taufiqul, FPI selama ini dikenal sebagai tempat orang-orang dalam menyalurkan aspirasi, karenanya tidak perlu membentuk parpol. "Kalau memang itu benar dalam konteks keputusan umat, menurut saya bisa mengakibatkan dampak yang semakin tidak baik, umat jadi terkotak-kotak. Saya rasa partai Islam sudah cukup banyak, tidak perlu lagi partai Islam baru, karena akan menambah semakin parahnya politik umat." 

(sumber : http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68876/parpol-fpi-makin-kotakkan-umat-islam/)


Guntur Romli, Karyawan Yayasan Jurnal Perempuan/Anggota AKKBB yg menjadi Biang Kerok Peristiwa Monas 1 Juni 2008, 14 Desember 2008 :

"Bagus keinginan mendirikan parpol daripada FPI melakukan tindakan anarkis. Pertanyaannya siapa yang mau memilih FPI yang sudah identik dengan kekerasan. Kalau mau menjadi parpol pakai nama lain saja dan kalau ingin menjadi lembaga dakwah gunakan nama lain juga, jangan FPI," sarannya.

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/12/14/68716/siapa-mau-coblos-partai-fpi/


Jackson Kumaat, Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pakar Pangan, 22 Desember 2008 : 

"Pakar Pangan siap pasang badan bersama aparat penegak hukum dalam menghadapi setiap orang atau kelompok yang berniat merusak NKRI"…Bagi warga negara atau partai politik yang berniat mengubah Pancasila dan UUD 1945, silakan keluar dari NKRI. Bagi kami, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar". Disampaikan Jackson Kumaat sebagai tanggapan atas wacana pendirian 'parpol FPI' yang bermotifkan memperjuangkan syariat Islam, seperti diberitakan detik.com.

http://www.detiknews.com/read/2008/12/19/233314/1056757/10/pengganti-ideologi-bangsa-harus-keluar-dari-nkri (Khusus untuk komentar Jackson Kumaat ini yang dianggap melecehkan aqidah Islam dan , redaksi telah menulis berita tentang tanggapan Habib Rizieq dan Munarman SH dalam tulisan yang berjudul "FPI Kecam Politisi Kristen Fitnah Islam" di website ini).


DR. Rumadi, peneliti pada The Wahid Institute, 14 Desember 2008 :


"Lebih baik FPI menjadi partai politik. Dengan begitu bisa bermain dalam ring yang disediakan, tidak bermain di politik jalanan."

(http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68795/fpi-dari-jalanan-ke-senayan/)


Zainal Arifin Mochtar, Pengamat Politik, 14 Desember 2008 :


Niat FPI untuk mendirikan parpol tidak boleh dihalang, karena siapapun boleh mendirikan partai. 

(sumber : http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68876/parpol-fpi-makin-kotakkan-umat-islam/)


Hilman Rosyad Shihab, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI/Anggota Fraksi PKS, 15 Desember 2008 :

"Itu sah-sah saja, asalkan mengikuti prosuderal perundangan. Tidak ada masalah. Kita negara demokrasi. Nanti bersaing saja," kata anggota Fraksi PKS Hilman Rosyad Shihab saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Senin (15/12). Terkait imej FPI yang dianggap masyarakat banyak melakukan perbuatan anarkis, Hilman menganggap bukan hanya FPI saja yang berlaku seperti itu. Dan hal itu tidak ada hubungannya dengan mendirikan partai. 

(sumber : http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/12/15/68956/partai-fpi-tak-bisa-tandingi-pks/)


Bima Aria Sugiarto, Direktur Eksekutif Charta Politika, 14 Desember 2008 :

Dengan mendirikan partai politik, FPI memilih sistem yang demokratis. Karena selama ini lebih bermain pada wilayah ekstraparlementer yang cenderung melemahkan sistem. "Langkah FPI, layak diapresiasi," tegasnya. Bahkan Bima menilai, peluang FPI tampil di panggung politik nasional untuk mengeruk massa pemilih terbuka lebar. "Peluang FPI tetap ada jika mampu melakukan diferensiasi dengan parpol lainnya dengan nilai tambah ideologi perjuangan dan kaderisasi yang kokoh," tegasnya. Namun ia mengingatkan transformasi dari gerakan massa ke gerakan politik yang sistemik menjadi tantangan bagi FPI untuk dapat eksis di kancah politik nasional. Jika kelak FPI berubah menjadi partai politik, setidaknya akan memiliki perbedaan dengan partai Islam lainnya. Dengan ciri khas dan sikap politik yang tegas, tak mustahil FPI mampu menarik massa Islam yang sefaham dan selama ini tidak diakomodasi oleh partai Islam lain. Terlebih, saat ini terjadi upaya penggeseran dari partai Islam menuju partai yang lebih longgar dan terbuka. Sebut saja PKS, PPP, PBB, dan PBR. Meski langkah partai Islam tersebut realistis, namun tidak dipungkiri akan menimbulkan resistensi bagi konstituennya. Nah, massa sempalan tersebut dapat diambil FPI. Namun bagi Bima, jika FPI tetap mengambil posisi garis keras, maka segmen politik akan sangat terbatas. "Karena mayoritas pemilih tidak menyukai platform religius yang ekstrim," ingatnya. Selain itu, FPI juga memiliki tantangan menerapkan sistem demokratis di internal daripada otoritas personal yang selama ini identik dengan sosok Riziek Shihab.

(http://inilah.com/berita/politik/2008/12/15/68795/fpi-dari-jalanan-ke-senayan/)


Tifatul Sembiring, Presiden PKS, 12 Desember 2008 :

"Silakan saja kalau memang mereka ingin mendirikan partai, toh dari dahulu juga kan bebas siapapun bisa mendirikan partai. Hal terpenting untuk umat saat ini bukan untuk menambah partai tapi yang penting adalah membangun ukuwah dan bersinergi. Ini yang belum terjadi".

http://pemilu.okezone.com/read/2008/12/12/267/172827/pks-fpi-bikin-parpol-silakan-saja


DR. H. Ahmad Sumargono, SE., MM, Ketua Umum GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia), Ketua DPW-DKI Partai Bulan Bintang, 23 Desember 2008 :

Kalau motif pendirian 'partai FPI' didasari kekecewaan FPI bahwa partai-partai Islam yang ada saat ini tidak memperjuangkan syariat Islam dan pembubaran Ahmadiyah secara serius, maka PBB (Partai Bulan Bintang) sangat menyayangkan hal ini karena PBB konsisten dalam memperjuangkan syariat Islam, termasuk pembubaran Ahmadiyah. Jadi apa yang diperjuangkan FPI sebenarnya sudah terwakili oleh PBB di ruang politik. Boleh saja FPI mendirikan partai, asal kehadirannya tidak kontra-produktif bagi kubu-kubu kekuatan Islam yang sudah ada. Sebaiknya FPI memiliki perhitungan yang matang karena ini menyangkut kemampuan pengorganisasian yang kuat. 


Hanif bin Mochammad Ichsan, Aktifis Muslim, Sharjah - United Arab Emirates, 22 Desember 2008 :


Semoga FPI tidak menjadi partai. Semangat FPI untuk ingin menjadi partai sebenarnya sama persis dengan tarbiyah yang dulunya mendirikan PK (sekarang PKS). Bahkan bisa dibilang mungkin PK jauh lebih garang cita-citanya, maklum ustadz-ustadz nya banyak yang lulusan dari Saudi yang terkenal dengan "firqah an najiyah" nya. Tarbiyah era 80-an "katanya" sama persis dengan salafiyyin. Dimana wanita memakai cadar, sdang prianya jenggotan dan bercelana cingkrang. Bacaannya sama dari buku-buku karangan Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim. Untuk referensi tauhid, yang dibaca juga kitab tauhidnya Muhammadbin Abdul Wahhab. Cuman kalau tarbiyah ditambahi bukunya Hassan Al Bana dan Al Qardhawy, dll. Suatu kali majalah internal PKS yang bernama Ishlah, pernah menampilkan foto mulutnya akhwat di cover nya langsung diprotes oleh para anggotanya (bayangkan, cuman mulut saja diprotes). Tapi keadaan berubah setelah 10 tahun seperti kita saksikan saat ini.

Atau kita lihat PBB (Partai Bulan Bintang) misalnya yg semboyannya dulu juga utk menegakkan "izzul Islam wal Muslimin". Tapi yah tahu sendiri lah faktanya. Daripada mendirikan partai, sebaiknya FPI berjihad lewat jalan lain seperti media dan pendidikan yang masih kekurangan pemain ketimbang politik.


KH. M. Al-Khaththath, Sekjen FUI (Forum Umat Islam), 22 Desember 2008 :

Sekarang yang diperlukan ummat adalah partai Islam yang berani secara lugas mengkritik sistem yang ada dan memberikan alternatif sistem Islam sebagai satu-satunya alternatif. Untuk itu perlu disusun konsep syariah dalam ipoleksosbudhankam, lalu ditawarkan kepada publik secara terbuka dalam diskusi-diskusi politik dan intelektual, dan dilakukan pendidikan politik Islam kepada ummat, agar ummat semakin cerdas, awas dan waspada sehingga tidak mudah tertipu.


Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, 18 Desember 2008 :


"Ada sekian banyak cara dan jalur perjuangan untuk penegakan syariat Islam atau pembelaan terhadap Islam. Bukan berarti FPI harus ada di setiap jalur atau mengisi jalur yang kosong seperti jalur politik misalnya. Jalur parpol sudah jenuh, lebih efektif bila FPI memperkuat infrastruktur perjuangannya, misal dengan mendirikan media radio, koran atau TV. Apalagi memiliki media Islam termasuk fardhu khifayah."


Munarman SH, Ketua Ketua An-Nashr Institute/ Panglima Komando Laskar Islam/ Mantan Ketua YLHBI, 18 Desember 2008 : 


"Parpol Islam yang ada saat ini masih menempatkan syariat Islam sebatas misi dan lemah di praktek. Belum ada parpol yang berkeinginan menegakkan syariat Islam secara kaffah. Parpol Islam yang ada lebih mementingkan imej hingga melupakan yang haq. Amanah keberadaan partai Islam yang ada semata-mata berhenti pada menjadikan umat Islam sebagai orang yang soleh, sekedar menjadikannya ahli ibadah. Bahkan mereka telah merasa bersikap amanah, padahal itu semu karena sebenarnya mereka sedang beramanah terhadap sistem politik yang bukan bersumber pada Islam. Semoga kehadiran FPI di jalur politik merupakan terobosan baru dan berpeluang memecahkan kebekuan politik diantara umat Islam ".


DR. Eggi Sudjana, Pengacara/ Caleg DPD RI Provinsi Jabar, 17 Desember 2008 :


"Saya menyatakan mendukung (pendirian partai, red) FPI dan ikut memperjuangkan pembubaran Ahmadiyah"

(Pernyataan yang disampaikan melalui pesan singkat ponsel kepada redaksi www.fpi.or.id).

sumber : http://fpi.or.id/index.php?p=detail&nid=131

Demokrasi

Demokrasi = Democrazy




    Sehubungan banyaknya umat Islam yang tertipu dan terjebak dalam perangkap Demokrasi, maka penulis melihat perlu adanya langkah konkrit untuk menelanjangi Demokrasi dan mengaraknya keliling dunia. Banyak orang bicara demokrasi, padahal dia tidak tahu apa itu demokrasi. Banyak tokoh mengaku demokrat sejati, padahal dia tidak paham jati diri seorang demokrat murni. Banyak pihak mengklaim berjuang menciptakan suasana demokratis, padahal dia sendiri bingung mendefinisikan suasana demokratis.
    Fakta membuktikan bahwa demokrasi telah menciptakan kehancuran di banyak negeri. Demokrasi telah menciptakan sistem korup di seantero dunia. Demokrasi telah menebarkan persaingan dan perebutan kekuasaan. Demokrasi telah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa di berbagai negara. Demokrasi adalah monster yang telah melahirkan diktator-diktator kelas dunia. Begitulah demokrasi, dimana-mana menciptakan kebingungan dan kesemrawutan, bahkan kegilaan. Itulah sebabnya, kini Demokrasi diplesetkan menjadi Democrazy.
    DEMOCRAZY SISTEM
    Democrazy Voting. Di negara Democrazy, “monyet” boleh jadi Presiden asal disetujui suara terbanyak. Homosex dan Lesbi boleh kawin resmi asal disetujui suara terbanyak. Ganja dan Narkoba boleh diperjual-belikan asal disetujui suara terbanyak. Agama boleh dihina dan dinodai asal disetujui suara terbanyak. Apa saja boleh, termasuk mengaku sebagai Nabi atau Malaikat, bahkan sebagai Tuhan sekali pun, asal disetujui suara terbanyak.
    Democrazy Politik. Dengan dalih persamaan hak dan kewajiban, suara Ulama dan suara pelacur sama, suara cendikiawan dan suara si pandir sama, suara pejuang dan suara pecundang sama, suara pahlawan dan suara bajingan sama. Dan dengan dalih musyawarah, yang halal bisa diharamkan dan yang haram bisa dihalalkan.
    Democrazy Kebhinnekaan. Atas nama kebhinnekaan, aliran sesat di-anggap kebebasan beragama, penodaan agama dianggap hak berekspresi, penyelewengan dianggap perbedaan, kejahatan pemikiran disebut kegenitan pemikiran, dan pemurtadan dikatagorikan sebagai pilihan beragama. Sebaliknya, membela agama dengan tegas dianggap radikalisme, menjalankan ajaran agama dengan istiqomah disebut puritanisme, berjihad di jalan Allah SWT divonis terorisme.
    DEMOCRAZY EKONOMI
    Democrazy Kesenjangan. Di negeri democrazy sosialis, konon katanya pajak rendah tapi cari uang sulit. Di negeri democrazy kapitalis, konon katanya cari uang mudah tapi pajak selangit. Di Indonesia yang konon katanya ikut-ikutan berdemocrazy ria, kenyataannya cari uang susah dan pajak menggigit, serta cari kerja payah dan pajak pahit. Namun yang pasti di semua negara democrazy, sosialis mau pun kapitalis, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
    Democrazy Pemiskinan. Indonesia negara agraris dengan tanah yang sangat subur, tapi anehnya wortel, kentang dan sayuran serta buah-buahan import. Indonesia negara maritim dengan lautan yang luas, tapi anehnya garam dan ikan pun import. Indonesia punya gas dan minyak bumi serta minyak langit (sawit) yang melimpah ruah, tapi anehnya rak-yat harus membayar mahal untuk mendapatkannya. Akhirnya, rakyat Indonesia dipaksa menjadi tikus yang mati kelaparan di lumbung padi.
    DEMOCRAZY HUKUM
    Democrazy Keadilan. Di Arab koruptor dipotong tangan, dan di China koruptor dipotong kepala, sedang di Indonesia koruptor dipotong masa tahanan. Di Jepang menteri salah mundur, sedang di Indonesia menteri biar salah asal pantang mundur. Wong Cilik terpaksa mencuri dijebloskan ke bui, sedang Koruptor serakah merampok negara dijadikan ATM pribadi. Pencuri dua buah coklat diadili dan pencuri sebuah semangka dipenjara, sedang perampok uang rakyat dan negara trilyunan rupiah tenang-tenang saja di “istana”.
    Democrazy Diskriminasi. Di Indonesia Ulama Istiqomah dicurigai, sedang Pejabat Korup dilayani. Pesantren digeledah, sedang Diskotik dijaga. Masjid diawasi, sedang markas aliran sesat dilindungi. Jika anggota Ormas Islam bersalah maka itu mutlak kesalahan organisasi, sedang jika anggota Partai Politik atau Pejabat Pemerintah bersalah maka itu sekedar kesalahan oknum. Jika massa suatu Ormas Islam Menghancurkan botol minuman keras maka divonis anarkis dan dituntut untuk dibubarkan. Sedang jika massa suatu Partai Politik membakar kantor Bupati, merusak gedung DPRD, bahkan membunuh ketua DPRD, maka dinilai hanya sebagai dinamika democrazy.
    DEMOCRAZY SOSIAL BUDAYA
    Democrazy gaya hidup. Kini di Indonesia mulai ada gerakan yang menilai Polygami sebagai sesuatu yang menjijikkan, sedang perselingkuhan dijadikan gaya hidup. Pejabat berpolygami di-pecat dari jabatannya, sedang pejabat selingkuh tidak ada sanksi. Wanita berusia 12 tahun tapi sudah menstruasi (bali-ghoh / dewasa) menikah jadi masalah, sehingga Komnas HAM Anak pun turun tangan teriak-teriak seantero negeri, sedang banyak wanita lain yang seusia ramai-ramai jadi pelacur tak dipermasalahkan, bahkan bungkam seribu baha-sa.
    Democrazy adat dan tradisi. Perempuan berjilbab dinilai meresahkan, sedang perempuan telanjang dijadikan adat yang menyenangkan. Kyai polygami membuat presiden marah-marah, sedang pejabat berzina Presiden tenang saja. Tradisi rakyat membela yang benar berubah menjadi membela yang bayar. Tradisi merendahkan pelacur dengan istilah hina seperti “cabo” dan “lonte”, diubah menjadi “tradisi” memuliakan pelacuran sebagai “pekerjaan” dengan istilah pekerja sex komersial (PSK). Jika pelacur sudah disebut “pekerja sex komersial”, nanti jangan-jangan isteri disebut “pekerja sex non komer-sial”.
    Democrazy seni dan budaya. Masyarakat yang belum berbusana mestinya dibusanakan, dan yang belum berpendidikan mestinya dididik, sehingga yang belum berperadaban menjadi berperadaban. Nyatanya, di Indonesia masyarakat tanpa busana dijaga agar tetap tak berbusana, dan yang belum berpendidikan dijaga agar tetap tidak terdidik, dengan dalih “pelestarian budaya” dan “menjaga kebhinnekaan”. Ada Bupati di Purwakarta – Jawa Barat buat patung dengan dalih da’wah mengikuti cara Walisongo. Padahal, Walisongo meng-gunakan seni untuk membawa umat dari alam pewayangan kepada alam Islam, sedang Sang Bupati membawa umat dari alam Islam kepada alam pewayangan. Ada lagi serombongan seniman yang mempropagandakan foto bugil sebagai karya seni.
    DEMOCRAZY TRANSNASIONAL
    Democrazy transnasional. Di dunia internasional, jika Amerika Serikat dan sekutunya menyerang negeri Islam, maka itu adalah kebenaran, sedang jika umat Islam berjuang membela diri me-lakukan perlawanan maka itu adalah suatu kesalahan. Tatkala Obama berteriak akan membunuh Usamah maka itu adalah kebijakan, sedang tatkala Usamah berteriak akan membunuh Obama maka itu adalah kejahatan. Kebiadaban AS di Iraq dan Afghanistan, Israel di Palestina, China di Xinjiang, India di Kashmir, Rusia di Chechnya,Thailand di Patani, Philipina di Mindanau, Myanmar di Rohingya, itu semua disebut upaya melindungi keselamatan negara, bahkan dunia, sedang saat pejuang muslim melakukan perlawanan terhadap kebiadaban mereka di negeri-negeri tersebut, semuanya disebut teroris.
    AYO, TINGGALKAN DEMOCRAZY
    Setelah pemaparan di atas, maka pantaskah seorang muslim mengadopsi sistem yang sudah edan dan gila tersebut? Layakkah seorang muslim menggandrungi dan mengidolakan sistem rusak dan bejat macam itu? Patutkah seorang muslim menjual dirinya kepada sistem super jahiliyah yang telah terbukti kebobrokannya?
    Oleh karena itulah, penulis mengajak dan menyerukan segenap umat Islam : Ayo, telanjangi dan arak keliling dunia kebobrokan Democrazy. Ayo, kasih tahu rakyat di semua lapisan masyarakat tentang bejat dan bahayanya Democrazy. Ayo, jauhkan umat Islam dari kezaliman Democrazy. Ayo, jadikan Democrazy sebagai sesuatu yang menjijikkan. Ayo, tinggalkan Democrazy !
                                                     ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR !
    Penulis: Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA



    tanahsakti SUDUT KANAN ATAS